
Air minum adalah kebutuhan dasar manusia yang tidak bisa ditawar. Namun, masih banyak orang yang belum memahami bahwa air yang terlihat jernih belum tentu aman untuk dikonsumsi. Faktanya, air yang tidak memenuhi standar bisa menjadi sumber berbagai penyakit berbahaya.
Lalu, sebenarnya seperti apa standar air minum yang layak konsumsi?
Air yang kita konsumsi setiap hari akan langsung masuk ke dalam tubuh dan memengaruhi berbagai sistem penting seperti pencernaan, peredaran darah, hingga metabolisme. Jika air tersebut mengandung zat berbahaya, dampaknya bisa sangat serius, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Menurut World Health Organization, air minum yang aman harus bebas dari mikroorganisme berbahaya, bahan kimia beracun, serta memiliki kualitas fisik yang baik.
Untuk menentukan apakah air layak diminum, ada tiga parameter utama yang harus diperhatikan:
Ini adalah hal pertama yang bisa langsung dilihat oleh mata:
Namun perlu diingat, air yang terlihat jernih belum tentu aman karena bakteri tidak bisa dilihat secara kasat mata.
Air minum tidak boleh mengandung zat kimia berbahaya seperti:
Selain itu, air juga harus memiliki pH yang seimbang (sekitar 6,5–8,5) agar aman bagi tubuh.
Air harus bebas dari mikroorganisme berbahaya seperti:
Kontaminasi biologis inilah yang paling sering menyebabkan penyakit seperti diare dan infeksi saluran pencernaan.